Page 30 - MASTER MEKAR EDISI 33 FINAL 2023
P. 30

Dari  kelima  isolat  yang  memiliki  aktivitas  enzim  Pada  uji  tersebut  akan  dilakukan:  uji  motilitas,
       L-asparaginase  paling  baik  adalah  pada  sampel    oksidase,  spora,  nitrat,lysine,  ornithin,  H2S,
       B10-3  dilihat  dari  lebar  zona  berwarna  biru     glukosa,  manitol,  xylosa,  ONPG,  indole,  V-P,
       terbentuk  pada  sekitar  koloni  yang  tumbuh.       sitrat,   TDA,    gelatin,   moalonat,    inositol,
       Selanjutnya    isolasi  dan  kultur  kembali  untuk   rhammnosa,      sukrosa,    laktosa,    arabinosa,
       dilakukan  Uji  Microbact  System  dan  pewarnaan     adonitol,   raffinosa,   salicin,arginin,   katalase,
       gram.  Adanya  perubahan  aktivitas  enzim  L-        koagulase,  hemolisa,  starch  hydrolysis,  casein
       asparaginase  yang  merubah  L-asparagin  menjadi     hydrolysis.   Dengan    hasil   identifikasi   yang
       asam  aspartat  dan  ammonia.  Perubahan  warna       menyebutkan     bahwa    bakteri   B10-3    adalah
       ini   karena   adanya   perubahan    media   yang     spesies Bacillus  subtilis.  Bacillus  subtilis  adalah
       menjadi  basa  (Gulati  et  al.,  1997).  Bromotymol  bakteri   gram   positif,   bentuk   batang   yang
       Blue   (BTB)     digunakan    sebagai    indikator    membentuk  rantai,  terdapat  beberapa  spesies
       perubahan  warna  pada  suatu  media,  apabila        aerob   obligat   dan   juga   anaerob   fakultatif,
       media  bersifat  asam  maka  dengan  ditambahkan      memiliki endospora sebagai struktur yang mampu
       dengan  BTB  akan  berubah  warna  menjadi  kuning    bertahan  pada  kondisi  lingkungan  yang  tidak
       dan  sebaliknya,  ketika  media  bersifat  basa  maka  mendukung.  Suhu  optimum  pertumbuhan  Bacillus
       akan  berubah  warna  menjadi  biru.  BTB  juga       subtilis  adalah  30-37°C,  dengan  suhu  minimum
       merupakan  indikator  warna  yang  lebih  menonjol    18°C  dan  maksimum  43°D  (Korsten  dan  Cook,
       dibandingkan  dengan  menggunakan  indikator          1996).   Pada   Bergey’s  Manual  of  Systemic
       warna  phenol  red.  Hal  tersebut  dikarenakan  BTB  Bacteriology,   edisi   ke-2   (2004),   disebutkan
       mampu  memberikan  kontras  warna  yang  tajam        bahwa sel Bacillus subtilis  berukuran  1  x  3,4  µm,
       (biru  tua  pada  pH  basa)  dan  juga  mampu  untuk  berbentuk  batang  dan  tersusun  menjadi  rantai
       memberikan  warna  yang  lebih  jelas  pada  zona     yang  panjang,  memiliki  spora  yang  terletak  pada
       yang  terhidrolisis  dan  efektif  untuk  menjadi     tengah  sel,  tidak  bergerak  dan  memiliki  flagella
       indikator perubahan warna (Mahajan et al.,2013).      (Jawetz et al., 1996).
                                                             Pada  GRAS  Notice  (GRN)  No.  649  dijelaskan
       Identifikasi Bakteri
                                                             bahwa  Bacillus  subtilis  adalah  bakteri  non-
       Bertujuan  untuk  mengetahui  sifat  gram  dan  sifat
                                                             patogen  dan  non-tosik  yang  merupakan  bakteri
       biokimia  pada  bakteri  dan  dapat  ditentukan  jenis
                                                             gram  positif  dan  memiliki  karakteristik  yang  baik
       serta spesiesnya.
                                                             serta  banyak  digunakan  pada  produksi  food-
       Uji Pewarnaan Gram                                    grade enzyme.
       Bakteri  gram  positif  akan  mempertahankan  zat
                                                             Kesimpulan
       warna  kristal  violet  sehingga  akan  tampak
                                                             Terdapat  5  isolat  yang  memiliki  aktifitas  L-
       berwarna  ungu  tua  di  bawah  mikroskop.  Adapun
                                                             asparaginase  yaitu  dari  endofit  D10-4  dan  10-5,
       bakteri  gram  negatif  akan  kehilangan  zat  warna
                                                             serta  dari  endofit  B10-3,  B10-4  dan  B10-5.  Dari
       kristal  violet  setelah  dicuci  dengan  alkohol,
                                                             kelima isolat yang memiliki aktivitas penghasil L-
       kemudian  diberi  zat  pewarna  tandingan  yaitu
                                                             asparaginase  tertinggi  adalah  B10-3.  B10-3
       safranin    akan    tampak     berwarna    merah.
                                                             adalah  bakteri  gram  positif  yang  memiliki  bentuk
       Perbedaan    warna    tersebut   disebabkan   oleh
                                                             sel  basil  dengan  motilitas  non  motil,  diameter
       adanya  perbedaan  struktur  kimiawi  pada  dinding
                                                             koloni  3,11  mm,  dan  menurut  uji  microbact
       selnya (Nofiani dan Gusrizal, 2004).
                                                             system  yang  dilakukan  bakteri  tersebut  adalah
       Hasil  yang  didapatkan  bakteri  B10-3,  tersebut
                                                             Bacillus subtilis.
       termasuk  dalam  golongan  bakteri  gram  positif
       karena  memiliki  warna  ungu.  Bakteri  tersebut     Saran
       memiliki  bentuk  sel  basil  dengan  motilitas  non  Dari  hasil  penelitian  yang  telah  diperoleh  maka
       motil.  Diameter  koloni  3,11  mm.  Memiliki  reaksi  disarankan  untuk  melakukan  penelitian  lebih
       oksidase  dan  katalase  positif.  Dengan  warna      lanjut   mengenai     aplikasi   bakteri    endofit
       koloni  krem  dan  berbentuk  bulat.  Tepi  koloni    mangrove     penghasil    L-Asparaginase    dalam
       yang  tidak  rata,  elevansi  koloni  datar,  dan     bidang farmasi maupun pangan.
       konsistensi koloni basah.
                                                             Pustaka Acuan
       Uji Microbact System                                  1. El-Naggar,  N.E.,  El-Ewasy.  S.,  and  El-Shweihy.  N.M.  2014.
       Diketahui  isolat  bakteri  merupakan  jenis  bakteri    Microbial    L-Asparaginase    as    a  Potential  Therapeutic
                                                              Agent  for  the  Treatment  of  Acute  Lymphoblastic  Leukimia:
       gram  positif,  maka  dilakukan  tahap  identifikasi
                                                              The Pros and Cons. Int J. Phrm.10(4): 1811-7775.
       bakteri  dengan  menggunakan  microbact  system.      2. Kasi,  Y.A.,  Posangi,  J.,  Wowor,  P.M.,  dan  Bara,  R.  2015.  Uji
       Sebelum  uji  microbact  system  dilakukan  terlebih   Efek  Antibakteri  Jamur  Endofit  Daun  Mangrove  Avecennia
       dahulu  uji  oksidase,  apabila  uji  oksidase  yang   marina  Terhadap  Bakteri  Uji  Staphylococcus  aureus  dan
                                                              Shigella sysenteriae. J. e-Bm. 3(1): 112-117
       telah    dilakukan     hasilnya    positif   maka
                                                             3. Kishore,  V.,  Nishita,  K.P.,  and  Manonmani,  H.K.    2015.
       menggunakan  microbact  24E,  dan  apabila  hasil        Cloning,      Expression      and  Characterization  og  L-
       dari   uji   oksidase   tersebut   negatif   maka      Asparaginase  from  Pseudomonas  fluorescens  for  Large  Scale
       menggunakan  microbact  12E  (Murtiningsih,  1997).    Production in E. coli BL21. Spring 3 Bio 5:975981.
                                                             4. Muslim,  S.N.,  Al-Kadmy,  I.M.S.,  Hussein,  N.H.,  Ali,  A.N.M.,
       Pada  hasil  didapatkan  bakteri  B10-3,  bakteri
                                                              and  Dwaish,  A.S.  2015.  Enhancement  of  the  Activity  and
       tersebut  memiliki  uji  oksidase  positif,  sehingga  Stability  of  L-Asparaginase  Food  Additive  Purified  from
       pada  uji  microbact  system  ini  menggunakan         Acinetobacter  baumannii  as  Anticarcinogenic  in  Processed
       microbact 24E.                                         Foods. Int J. Adv Chem Engg and Bio Sci. 2(1): 1349-1507.
       26
   25   26   27   28   29   30   31   32   33   34   35