Page 31 - MASTER MEKAR EDISI 33 FINAL 2023
P. 31
Lahan Sawah Dan Dampaknya Terhadap
Ketersediaan Pangan Petani
Dia Fauzia Rahman, S.P., M.P
di.faura@yahoo.com
SMK Negeri PP Cianjur
Sirnagalih, Cilaku, Kab. Cianjur, Jawa Barat
Pendahuluan Jumlah populasi sebesar 82 petani sehingga
Fenomena alih fungsi lahan ini pada dasarnya jumlah sampel yang dibutuhkan sebanyak 68
terjadi akibat adanya persaingan dalam orang responden. Analisis data kualitatif
pemanfaatan lahan antara sektor pertanian menggunakan pendekatan dengan cara
dengan sektor non pertanian yang muncul akibat deskriptif. Analisis kuantitatif digunakan dengan
adanya tiga fenomena ekonomi dan social yaitu cara deskriptif analitik disesuaikan dengan hasil
keterbatasan sumberdaya alam, pertambahan pengujian hipotesis. Pengujian hipotesis
penduduk dan pertumbuhan ekonomi. Mengingat digunakan Uji Path Analiysis. Pengujian
pentingnya pangan kebijakan pemerintah saat ini hipotesis (1), (2) dan (3) diuji melalui SPSS,
dalam pembangunan pertanian ditujukan untuk yaitu untuk mengetahui kebermaknaan faktor
meningkatkan ketahanan pangan, pendorong dan faktor penarik alih fungsi lahan
mengembangkan agribisnis dan meningkatkan sawah terhadap alih fungsi lahan sawah. Untuk
kesejahteraan petani mengharuskan produk menguji hipotesis dihitung besarnya parameter
pertanian yang dihasilkan memenuhi syarat struktural dengan persamaan struktural sebagai
kualitas dan syarat kuantitas maupun berikut:
kontinuitasnya, sehingga produk tersebut
memiliki daya saing dan mudah diperoleh dengan Penelitian ini mengenai pengaruh faktor
harga yang terjangkau. pendorong alih fungsi lahan sawah dan faktor
Kabupaten Cianjur sebagai daerah agraris telah penarik alih fungsi lahan sawah terhadap alih
memberikan kontribusi yang besar dalam fungsi lahan sawah demikian juga alih fungsi
penyediaan pangan nasional, bahan baku industri lahan sawah terhadap ketersediaan pangan
dan ekspor non migas, sekaligus menjadi mata petani. Hasil survei dilakukan terhadap petani
pencaharian pokok dan sumber penyediaan yang telah mengalihfungsikan lahan sawahnya ke
lapangan kerja. Pada situasi dimana produksi lahan non pertanian memperlihatkan
padi mulai sulit ditingkatkan akibat meningkatnya keberagaman di dua desa yaitu Desa Selajambe
kendala perluasan lahan sawah dan stagnasi dan Desa Sukasirna Kecamatan Sukaluyu
teknologi usahatani, alih fungsi lahan sawah Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat.
akan semakin memperbesar masalah pangan.
Hasil dan Pembahasan
Berdasarkan hal tersebut maka upaya
pengendalian alih fungsi lahan terutama lahan Hasil penelitian didasarkan pada data mengenai
sawah memiliki peranan yang semakin penting faktor pendorong dan penarik alih fungsi lahan
dalam rangka mendukung ketersediaan pangan sawah terhadap alih fungsi lahan sawah tahun
di Kecamatan Sukaluyu khususnya dan 2015 dari sejumlah petani terpilih yang dijadikan
Kabupaten Cianjur. responden sebanyak 68 orang petani.
Penelitian dilakukan dengan tujuan untuk Karakteristik responden menyangkut empat
mencari pengaruh faktor pendorong dan faktor aspek yaitu aspek jenis kelamin, umur,
penarik alih fungsi lahan sawah terhadap tanggungan keluarga dan lama pendidikan.
terjadinya alih fungsi lahan sawah dan Faktor pendorong alih fungsi lahan sawah
hubungannya terhadap ketersediaan pangan terhadap terjadinya alih fungsi lahan sawah
petani di Kecamatan Sukayu Kabupaten Cianjur. ditanggapi beragam indikator alih fungsi lahan
sawah meliputi: produktivitas lahan, saluran
Metode Penelitian irigasi, kebutuhan tempat tinggal, biaya produksi,
Metode yang digunakan untuk memperoleh data luas lahan, resiko usaha tani, status sosial
primer dalam penelitian ini adalah survai melalui petani, penanganan pasca panen dan himpitan
wawancara terstruktur menggunakan kuesioner ekonomi.
dan observasi. Data sekunder diperoleh melalui Analisis Pengujian Hipotesis
studi pustaka dan inventarisasi data sekunder.
Sesuai dengan rancangan hipotesis yang
Analisis data yang digunakan analisis jalur,
diajukan , maka pada hipotesis penelitian 1, 2
metode penarikan sampel yang digunakan dalam
dan hipotesis penelitian 3 dilakukan analisis
penelitian ini menggunakan 2 tipe yaitu dengan
pengujian menggunakan analisis jalur dengan
menggunakan metode Slovin.
satu jalur (One Way Path Analyze), persamaan
struktural:
27

