Page 35 - MASTER MEKAR EDISI 33 FINAL 2023
P. 35
Kopi Penunjang
Perekonomian Masyarakat
Di Kabupaten Jember
Ir. Iskandar Hadiyanto, MM dan Ir. Achmad Syaihu, M.Pd
hadiyantoiskandar@gmail.com dan kh.syaihu67@gmail.com
BBPPMPV Pertanian
Jl. Jangari km. 14 Sukajadi Karangtengah Cianjur Jawa Barat
Pendahuluan Tabel 1. Produksi Kopi Jember (Sumber: BPS, 2018
Kabupaten Jember yang memiliki potensi dan 2023)
pertanian yang sangat baik. Secara geografis,
Jember memiliki lahan yang cocok untuk
dimanfaatkan sebagai lahan perkebunan,
ataupun sawah. Selain itu Jember juga memiliki
sungai, perkebunan dan laut yang dapat
dimanfaatkan potensinya. Beberapa potensi yang
ada di Kabupaten Jember yakni buah-buahan,
padi dan kopi (Pemkab Jember, 2022). Selain itu
Jember juga memiliki potensi pada komoditas
tembakau, baik tembakau Na-Oogst dan Voor-
Oogst (Ardhiarisca, et al., 2015).
Metoda
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif
yang bersifat studi pustaka (Library Research).
Pada penelitian kualitatif, instrumen penelitinya
adalah peneliti itu sendiri (Sugiono, 2018).
Penelitian yang bersifat studi pustaka memilik
makna bahwa dalam suatu penelitian, kegiatan
pengumpulan datanya menggunakan data
pustaka yakni dengan membaca dan mencatat
dan kemudian diolah menjadi bahan penelitian
Gambar 1. Grafik Luas Lahan Kopi di Jember Tahun
(Zed, 2003). Metode analisa data dengan
2006-2017 (Sumber: BPS 2018)
menggunakan Metode Miles dan Huberman.
Terdapat dua jenis kopi yang dihasilkan di Metode tersebut terdiri dari pengumpulan data,
Kabupaten Jember yakni kopi Robusta dan reduksi data, penyajian data dan penarikan
Arabika. Tiga Daerah utama penghasil kopi yakni kesimpulan (Sugiyono, 2018).
Kecamatan Silo, Kecamatan Panti dan
Hasil dan Pembahasan
Kecamatan Sukorambi (Yulianto, 2014, Kopi memiliki persyaratan agar dapat tumbuh
Abimanyu, et al, 2018, dan Sumadi, et al, 2018). dan berkembang dengan baik. Setiap varietas
Luas lahan kopi di Kabupaten Jember pada
kopi, baik robusta dan arabika, memiliki
Tahun 2017 adalah yang tertinggi di Kabupaten
persyaratan yang berbeda. Persyaratan yang
Jember yakni seluas 18.284 Hektar. Luas lahan
dibutuhkan agar kopi dapet berkembang
kopi di Kabupaten Jember pada tahun 2016 dengan baik adalah varietas, iklim, kualitas
mengalami peningkatan yang sangat tajam (BPS, tanah dan kesesuaian lahan (Suryadi, 2022).
2018). Jember memiliki lingkungan yang mendukung
Luas lahan yang meningkat juga diiringi dengan dalam pertumbuhan kopi. Jember memiliki
produksi kopi yang meningkat seperti disajikan iklim tropis dengan temperatur berkisar
pada tabel 1. Produksi kopi di Jember adalah diantara . Jember juga memiliki lereng
produksi ketiga terbanyak pada tahun 2021, perkebunan yakni lereng Pegunungan
setelah Kabupaten Malang dan Banyuwangi. Argopuro. Hal ini sangat mendukung dalam
Peningkatan produksi kopi tersebut diharapkan aktivitas perkebunan (Pemkab Jember, 2023).
dapat meningkatkan perekonomian masyarakat Di Kabupaten Jember, terdapat tiga daerah
yang ada di Kabupaten Jember. Oleh karena itu, utama penghasil kopi yakni Kecamatan
Sukorambi, Kecamatan Panti dan Kecamatan
dalam penelitian ini akan dilakukan pengkajian
Silo. Ketiga lokasi tersebut, berada pada
terhadap potensi kopi dalam peningkatan
lingkungan yang sesuai dengan syarat
perekonomian masyarakat di Kabupaten jember.
tumbuh kopi. Kecamatan Sukorambi dan Panti
31

