Page 32 - MASTER MEKAR EDISI 33 FINAL 2023
P. 32
signifikan secara parsial dari alih fungsi lahan
sawah terhadap ketersediaan pangan petani di
Teknik analisis menggunakan program SPSS versi
Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur.
17.
Apabila nilai lebih besar dari (1.99)
Besarnya keragaman faktor pendorong alih fungsi
dengan tingkat Sig. 0,05 maka variabel
lahan sawah dan faktor penarik alih fungsi lahan
dinyatakan berpengaruh secara parsial,
sawah terhadap alih fungsi lahan sawah
sedangkan persamaan strukturalnya dari Tabel
ditunjukan oleh angka adjusted R square =
4.40 adalah:
0,441 memperlihatkan cukup atau mencapai
Y2 = 5,227 – 0,063 Y1
44,10% (tersaji pada lampiran, sedangkan
sisanya 55,90 % dipengaruhi oleh faktor atau Berdasarkan perhitungan maka dapat dijelaskan
variabel lain yang tidak dimasukan dalam model. nilai = 3,409< dari = 1,99 dan nilai
Dengan terbuktinya pengaruh yang nyata maka sig.0,00 < 0,05 yang artinya tolak dan
analisis dan pengujian dilanjutkan ke tahap terima artinya alih fungsi lahan sawah
berikutnya yaitu analisis secara parsial. Pengaruh berpengaruh negatif terhadap ketersediaan
parsial X₁, X₂ terhadap Y berdasarkan tabel di pangan petani.
atas dapat disusun ke dalam persamaan: Kesimpulan
Jika di Kecamatan Sukaluyu Kabupaten Cianjur terjadi
alih fungsi lahan sawah seluas 1 ha maka akan
berdampak negatif ketersediaan pangan petani
Pengaruh secara parsial dianalisis berdasarkan
sebesar 0,063 ton, jadi alih fungsi lahan sawah yang
signifikansi dari koefisien jalur yang dibandingkan
terjadi di Kecamatan Sukaluyu seluas 374 ha maka
antara dengan atau dapat juga dibandingkan
akan berkurang ketersediaan pangan sebesar 23,6
dari peluang signifikansi (.sig) dengan tingkat
ton.
kesalahan (α) yang ditetapkan = 0,05. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini
Selanjutnya untuk menganalisis secara parsial adalah metode kuantitatif. Sumber data yang
maka terlebih dahulu disusun hipotesis statistik digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan
untuk variabel dinamika kelompok petani. sumber data primer yaitu dengan menyebarkan
kuesioner langsung kepada petani dan sumber data
Pengaruh yang paling besar adalah pengaruh sekunder dengan mencari data dari BPS maupun
sumber lain yang terkait. Sampling terhadap populasi
langsung dari variabel faktor pendorong alih
dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin. Metode
fungsi lahan sawah yaitu sebesar 12,74%.
analisis data yang digunakan adalah metode analisis
Selanjutnya pengaruh langsung dari variabel
faktor, regresi linier berganda dan Paired Sample t
faktor penarik alih fungsi lahan sawah adalah test dengan standar error sebesar 5% (α=0,05).
11.35%. Pengaruh tidak langsung untuk kedua Hasil penelitian didapat faktor pendorong dan penarik
variabel tersebut sama besar yaitu 11.91%. berpengaruh secara simultan dan signifikan terhadap
Tampak pengaruh tidak langsung masih cukup alih fungsi lahan. Secara parsial hanya faktor
besar. pendorong alih fungsi eksternal yang berpengaruh
Untuk mengetahui apakah alih fungsi lahan sawah nyata terhadap alih fungsi lahan. Secara parsial faktor
pendorong yang terdiri dari saluran irigasi,
Y1 secara simultan berpengaruh terhadap
kebutuhan tempat tinggal, luas lahan, resiko
ketersediaan pangan petani (Y2) maka hipotesis
usahatani, status sosial petani, penanganan pasca
penelitian di atas ditransformasi ke dalam panen dan himpitan ekonomi berpengaruh terhadap
hipotesis statistik dalam bentuk sebagai berikut: alih fungsi lahan sawah di Kecamatan Sukaluyu
Kabupaten Cianjur sedangkan faktor pendorong yang
terdiri dari produktivitas lahan, kebutuhan tempat
Faktor alih fungsi lahansawah berpengaruh tidak
tinggal dan biaya produksi tidak berpengaruh.
nyata terhadap ketersediaan pangan petani.
Pustaka Acuan
1. Abdurachman, A., Wahyunto, R. Shofiyati. 2005.
Faktor alih fungsi lahan sawah berpengaruh tidak Kriteria Biofisik Dalam Penetapan Lahan Sawah Abadi
nyata terhadap ketersediaan pangan petani. di Pulau Jawa. BBPPSL Pertanian Bogor
2. Fauziah, Lilis Nur. 2005. Ahli Fungsi Tanah Pertanian
Menguji semua koefisien jalur secara Menjadi Tanah Non Pertanian (Studi Komparatif
keseluruhan melalui statistik uji F dengan rumus: Indonesia dan Amerika. Yogyakarta: FH UGM.
3. Hardjowigeno, Sarwono, Widiatmaka. 2011. Evaluasi
Kesesuaian Lahan dan Perencanaan Tataguna Lahan.
Cetakan kedua. Yogyakarta: Gadjah Mada University
Press
4. Irawan, Bambang. 2005. Konversi Lahan Sawah:
Potensi Dampak, Pola Pemanfaatannya dan Faktor
. dengan dan
Determinan. Forum Penelitian Agro Ekonomi Vol. 23.
taraf kesalahan = 5%, diperoleh yaitu No. 1. Tahun 2005. Bogor: PPPSE Pertanian
F (0,05: 2; 65) = 2.75. Diperoleh = 38,470 jauh 5. Lestari, Tri. 2005. Dampak Konversi Lahan Pertanian
lebih besar dari = (2;65) 2.75, maka Bagi Taraf Hidup Petani. Makalah Kolokium.
Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan
ditolak atau diterima. Masyarakat. IPB Press. Bogor
Dengan terbuktinya pengaruh yang nyata maka
6. Widjanarko. 2006. Aspek Pertahanan Dalam
analisis dan pengujian dilanjutkan ke tahap Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian (sawah).
berikutnya yaitu analisis secara parsial. Uji t Prosiding Seminar Nasional Multifungsi Lahan
Sawah:22-23. Pusat Penelitian dan Pengembangan
digunakan untuk menguji pengaruh yang
BPN. Jakarta
28

