Page 34 - MASTER MEKAR EDISI 33 FINAL 2023
P. 34
Hubungan Status Penguasaan Lahan Dengan
Kelayakan Usahatani (IRR)
Petani dengan penguasaan lahan sebagai pemilik
penggarap sebanyak 16 orang nilai IRRnya
rendah. Petani dengan penguasaan lahan
penyewa sebanyak 16 orang nilai IRRnya
sedang. Petani dengan tipe penguasaan lahan
sakap sebagian besar (19 orang) memiliki nilai
IRR sedang.
Tabel 2 . Hubungan Status Penguasaan Lahan Dengan
Kelayakan Usahatani (IRR) Usahatani Bunga Potong
Krisan di Kecamatan Sukaresmi
Gambar 1. Agribisnis Tanaman Hias Krisan
Penilaian investasi untuk masing-masing status
Frekuensi hubungan status penguasaan lahan penguasaan lahan menunjukkan petani penyewa
dengan kelayakan usahatani diperoleh maka memiliki nilai kelayakan usahatani yang paling
dilanjutkan dengan melakukan analisis χ2 (chi- layak. Diikuti oleh petani pemilik penggarap,
square). Hasil analisis χ2 (chi-square) sedangkan petani penyakap memiliki nilai
memperoleh hasil χ2hitung 17,983. Untuk χ2 kelayakan usahatani bunga potong krisan yang
tabel pada taraf kesalahan (α) 5 % diperoleh paling rendah.
nilai χ2tabel (0,05; 4) = 9,488. Dimana χ2hitung
(17,983) lebih besar dari χ2 tabel (9,488), Simpulan dan Saran
berarti H0 ditolak. Maka kesimpulannya “Ada Kelayakan usahatani bunga potong krisan
hubungan antara status penguasaan lahan berdasarkan status penguasaan lahan untuk
dengan kelayakan usahatani (IRR)”. petani penyewa lebih layak dibandingkan dengan
penguasaan lahan petani pemilik penggarap dan
Analisis Titik Impas (BEP/Break Even Point) petani penyakap.
1. BEP Petani Pemilik Penggarap untuk produk Ada hubungan antara status penguasaan lahan
yang harus dijual adalah sebanyak 3.520 ikat, dengan kelayakan usahatani. Secara
sedangkan BEP dalam rupiah akan tercapai keseluruhan menunjukkan bahwa petani penyewa
pada Rp. 3.929.778,57. memiliki kegiatan usahatani bunga potong krisan
2. BEP Petani Penyewa untuk produk yang harus yang paling efisien. Hal ini disebabkan karena
dijual 5.646 ikat, sedangkan BEP dalam petani penyewa memiliki resiko usaha yang lebih
rupiah akan tercapai pada Rp. 15.958.744,27. tinggi dibandingkan dengan petani penggarap
3. BEP Petani Penyakap untuk produk yang dan petani penyakap.
harus dijual adalah sebanyak 2.845 ikat, Untuk meningkatkan dan memperluas transfer
sedangkan BEP dalam rupiah akan tercapai teknologi usahatani bunga potong krisan, maka
pada Rp. (10.390.288,19). diperlukan pemberdayaan kelompok tani yang
BEP untuk status penguasaan lahan ada dan meningkatkan pembinaan serta
menunjukkan nilai BEP petani penyewa lebih penyuluhan terhadap kelompok tani yang ada.
rendah dibandingkan status penguasaan lahan Selain itu, diperlukan pembinaan yang lebih
petani pemilik penggarap dan petani penyakap. intensif dari berbagai pihak khususnya dalam
Maka, status penguasaan lahan dengan sistem kualitas produk bunga potong krisan yang
sewa lebih baik dibandingkan dengan status dihasilkan petani.
penguasaan lahan lainnya.
Pustaka Acuan
Tabel 3 Hasil Perhitungan Analisis Kelayakan
1. BPBTPH Sukaresmi. (2012). Profil BPBTPH
Usahatani Bunga Potong Krisan Berdasarkan Status
Sukaresmi.
Penguasaan Lahan di Kecamatan Sukaresmi
http://bpbtphsukaresmi.blogspot.com/2012/06/
profil-bpbtph-sukaresmi.html.. Akses 10
Agustus 2013.
2. BPS Kabupaten Cianjur. (2023). Kabupaten
Cianjur Dalam Angka 2023. Cianjur
3. Soekartawi. (2016). Analisis Usahatani. UI-
Press. Jakarta
30

