Page 40 - MASTER MEKAR EDISI 33 FINAL 2023
P. 40
Bauran Pemasaran Dan Kepuasan Konsumen
Terhadap
Loyalitas Konsumen lpukat ocok
Budiyarto
negerilabako@gmail.com
BBPPMPV Pertanian
Jl. Jangari km 14. Sukajadi Karangtengah Cianjur Jawa Barat
Pendahuluan Kerangka Pemikiran
Pandemi COVID-19 di Indonesia dimulai sejak Pentingnya strategi bauran pemasaran dalam
warga Indonesia didiagnosis positif pada 2 Maret bagi pelaku usaha Alpukat Kocok dan melihat
2020 (Brahma, 2020). Penerapan PSBB yang tingkat kepuasan konsumen hingga loyalitas
dilakukan pemerintah sebagai upaya memutus konsumen terhadap produk alpukat kocok.
rantai persebaran virus corona dan menekan Analisis yang digunakan untuk mengetahui
rasa kekhawatiran masyarakat yang cukup besar pengaruh bauran pemasaran terhadap kepuasan
terhadap penularan Covid-19 (Yunus & Rezki, dan loyalitas pelanggan adalah Model Persamaan
2020). PSBB berdampak pada kreativitas Struktural/Structural Equation Modelling (SEM).
masyarakat dalam menciptakan berbagai olahan
makanan dan minuman, salah satunya minuman Hipotesis
alpukat kocok. Alpukat kocok merupakan
Hipotesis penelitian ini dirumuskan sebagai
minuman dengan alpukat bahan dasarnya yang
berikut:
dihaluskan kasar dipadukan dengan air kelapa,
1. Bauran pemasaran dan kepuasan konsumen
gula, susu kental manis, es batu serta dengan
berpengaruh positif terhadap loyalitas
penambahan berbagai topping di atasnya
konsumen
(stiebp.ac.id. 2020).
2. Bauran pemasaran berpengaruh positif
Berdasarkan hasil survey langsung yang
terhadap kepuasan konsumen
dilakukan oleh peneliti terdapat 22 nama produk
3. Bauran pemasaran berpengaruh positif
alpukat kocok yang menjual alpukat kocok di
terhadap loyalitas konsumen
Cianjur. Kedai Alpukat Kocok Pak Kumis adalah
4. Kepuasan konsumen berpengaruh positif
salah satu kedai alpukat kocok yang berada di
terhadap loyalitas konsumen
pusat kota Cianjur tepatnya di Kecamatan
5. Bauran pemasaran berpengaruh posotif
Cianjur. Kedai Alpukat Kocok Pak Kumis memiliki
secara tidak langsung terhadap loyalitas
banyak pesaing, baik dari kedai tradisional
Metoda
maupun kedai modern.
Metoda pengumpulan data yang digunakan dalam
Ketatnya persaingan kedai saat ini membuat
penelitian ini adalah menggunakan metode
Kedai Alpukat Kocok Pak Kumis perlu untuk
kuisioner. Kuisioner dibagikan kepada responden
melakukan berbagai upaya pengembangan usaha
yaitu konsumen Kedai Alpukat Kocok Pak Kumis.
untuk memenangkan persaingan, khususnya
Objek dalam penelitian ini adalah bauran
pengembangan strategi pemasaran. Beberapa
pemasaran, kepuasan dan loyalitas konsumen.
penelitian menyebutkan bahwa upaya
Sedangkan subjek atau unit analisis penelitian
peningkatan kepuasan dan loyalitas konsumen
ini adalah konsumen Kedai Alpukat Kocok Pak
akan berbeda walaupun produk yang dihasilkan
Kumis di Kabupaten Cianjur.
sama. Palupi (2019) menyatakan bahwa variabel
produk, harga, promosi, tempat, orang, bukti Penentuan Responden
fisik, dan proses dapat meningkatkan kepuasan Sampel penelitian yang digunakan adalah
dan loyalitas konsumen pada Kedai Kopi Tekoff responden yang memenuhi kriteria pada
Coffee and Tea di Kota Yogyakarta. Merujuk penarikan sampel, yaitu responden yang telah
pada beberapa hasil penelitian tersebut bahwa melakukan pembelian di Alpukat Kocok Pak
setiap jenis usaha akan membutuhkan strategi Kumis minimal lima kali. Pada analisis SEM
pemasaran yang berbeda. Upaya pengembangan terdapat kriteria dalam menentukan jumlah
strategi pemasaran dan melakukan evaluasi sampel, yaitu jumlah sampel yang diambil dari
terhadap dampak yang dirasakan oleh konsumen sebuah populasi ditentukan 5–10 kali jumlah
pada strategi bauran pemasaran (7P) yang telah variabel manifest (indikator) yang digunakan
ditetapkan oleh Kedai Alpukat Kocok Pak Kumis pada penelitian (Hair et al, 2010). Jumlah
menjadi penting untuk dilakukan mengingat indikator yang digunakan dalam penelitian ini
kepuasan dan loyalitas konsumen berperan adalah 29, sehingga jumlah sampel adalah 29
dalam peningkatan penjualan ditengah kali 5 atau sebesar 145 responden. maka jumlah
banyaknya pesaing yang bergerak di bidang yang sampel yang digunakan dalam penelitian ini
sama. adalah 158 responden telah melewati batas
minimal.
36

