Page 36 - MASTER MEKAR EDISI 33 FINAL 2023
P. 36

a






                  Gambar 2. Biji Kopi Siap Panen

       khususnya  Desa  Karangpring  merupakan  daerah
       yang  berada  di  bawah  lereng  Argopuro.  Dan
       Kecamatan  Silo  merupakan  daerah  yang  berada          b
       di  daerah  Pegunungan  Gumitir.  Ketiga  lokasi
       tersebut  menghasilkan  kopi  robusta  dan  arabika.      Gambar 3. a. Biji Kopi telah di Panen.
       Citarasa  dari  kedua  jenis  kopi  tersebut  sangat                     b. Penjemuran Biji kopi
       berbeda.   Kopi   robusta   memiliki   rasa   yang
                                                             tenaga  kerja  dan  pengalaman  tidak  menunjukan
       cenderung    pahit,   sedangkan     kopi   arabika
                                                             pengaruh  yang  signifikan  terhadap  produktivitas
       memiliki rasa yang cenderung masam.
                                                             (Abimanyu,  2018).  Setelah  dilakukan  analisa
       Pada  setiap  bisnis  tentunya  sangat  diperlukan
                                                             terkait  kelayakan  usaha  yang  ada  di  tiga  wilayah
       informasi  atau  perhitungan  efisiensi  biaya  dari
                                                             penghasil    kopi   yang   ada    di   Kabupaten,
       suatu produk. Hal ini bertujuan untuk mengetahui
                                                             selanjutnya  dilakukan  pencarian  informasi  yang
       apakah  suatu  bisnis  layak  untuk  dilanjutkan
                                                             lebih  mendalam  terkait  kopi  yang  dihasilkan  dari
       ataukh  tidak.  Jika  perbandingan  antara  total
                                                             ketiga  wilayah  tersebut.  Berdasarkan  pengkajian
       pendapatan  dengan  total  biaya  lebih  dari  satu,
                                                             literatur   menunjukkan     bahwa     kopi    yang
       maka  bisnis  tersebut  dapat  dinyatakan  layak
                                                             dihasilkan  tidak  hanya  dijual  dalam  bentuk  kopi
       (Sulistyowati,   2019).   Berdasarkan    beberapa
                                                             gelondong,  akan  tetapi  juga  dihasilkan  kopi
       penelitian  terdahulu  diketahui  bahwa  analisa
                                                             olahan  dalam  bentuk  bubuk.  Pada  Kecamatan
       kelayakan  usaha  yang  ditinjau  dari  efisiensi
                                                             Sukorambi  dihasilkan  produk  kopibubuk.  Pada
       biaya  dalam  memproduksi  kopi  yang  ada  di
                                                             Kecamatan  Sukorambi  dihasilkan  produk  kopi
       Kabupaten  Jember.  Kopi  yang  dihasilkan  pada
       Kecamatan     Panti,   memiliki   efisiensi   biaya   bubuk  dengan  nama  “Cassim  Coffee”  yang
       sebesar  1,86  untuk  kopi  robusta  dan  sebesar     dikelola  oleh  Kelompok  Tani  Sumber  Kembang
       1,89  pada  kopi  arabika  (Abimanyu,  2018).  Kopi   (Sumadi,  2018).  Pada  Kecamatan  Silo  juga
       yang  dihasilkan  pada  Kecamatan  Sukorambi,         menghasilkan    produk   kopi   bubuk,   beberapa
       memiliki  efisiensi  biaya  sebesar  2,11  untuk  kopi  produksi  diantaranya  adalah  Philo  Kopi  Robusta
       robusta  dan  sebesar  2,43  untuk  Kopi  Robusta     Silo   yang   diproduksi   oleh   kelompok    Tani
       (Ardhiarisca  dan  Wijayanti,  2022).  Kopi  yang     Sangkuriang  (Fisdiana,  2022).    Pada  Kecamatan
       dihasilkan  di  Kecamatan  Silo  menghasilkan  nilai  Panti  juga  menghasilkan  kopi  bubuk  dengan  Cap
       efisiensi   biaya   sebesar   1,004   (Mardiyanto,    Matahari    (Gusmarini    dan    Fitrisia,   2022).
       2018).  Berdasarkan  ketiga  informasi  di  atas,     Berdasarkan  ketiga  informasi  di  atas,  dapat
       dapat  diketahui  bahwa  Kecamatan  Sukorambi         diketahui   bahwa    seluruh    daerah    di   tiga
       memiliki   efisiensi   biaya   yang   lebih   tinggi  Kecamatan     penghasil    kopi   yang    ada   di
       dibanding dua wilayah lainnya.                        Kabupaten  Jember  telah  melakukan  pengolahan
       Produktivitas  kopi  yang  ada  di  Kecamatan  Panti  kopi  menjadi  bubuk  sehingga  memiliki  nilai
                                                             tambah.    Adanya     pemberian    nilai   tambah
       adalah 1.330 kg/Ha untuk kopi robusta dan 1.150
                                                             terhadap   suatu   produk    melalui   pengolahan
       kg/Ha  untuk  kopi  arabika  (Abimanyu,  2018).
                                                             produk  kopi  gelondong  menjadi  bubuk  tentunya
       Produktivitas  kopi  yang  ada  di  Kecamatan
                                                             dapat   lebih   meningkatkan    keuntungan    bagi
       Sukorambi  menunjukkan  nilai  1.950kg/Ha  untuk
                                                             masyarakat.
       kopi  Robusta  dan  975  kg/Ha  untuk  kopi  arabika
                                                             Selain   produk   olahan   bubuk    kopi,   produk
       (Ardhiarisca  dan  Wijayanti,  2022).  Hal  ini  secara
                                                             sampingan  dari  kopi  juga  dapat  memberikan
       umum  menunjukkan  bahwa  kopi  robusta  memiliki
                                                             memiliki  nilai  tambah  yang  dapat  meningkatkan
       produktivitas  yang  lebih  tinggi  dari  kopi  arabika.
                                                             perekonomian masyarakat.
       Faktor   yang    dapat    memberikan     pengaruh
       terhadap  produktivitas  kopi  adalah  luas  lahan
       dan varietas turunan sedangkan pupuk, populasi
       32
   31   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41