Page 38 - MASTER MEKAR EDISI 33 FINAL 2023
P. 38
Bioaktivator Gliocladium sp.
Terhadap Pertumbuhan Benih Kopi Varietas
Sigarar Utang Dan Lini S 795
Krisnadi, SP., MP
adhi.gendon@gmail.com
BBPPMPV Pertanian
Jl. Jangari km.14 Sukajadi Karangtengah Cianjur Jawa Barat
Pendahuluan Informasi penggunaan dosis Gliocladium sp.
Perbenihan kopi merupakan langkah awal dari pada perbenihan tanaman kopi belum banyak
seluruh rangkaian kegiatan budidaya kopi yang diketahui, sehingga diperlukan penelitian tentang
sangat berpengaruh terhadap produktivitas dosis Gliocladium sp. terhadap pertumbuhan
tanaman dan umur produktif. Kopi arabika benih dua varietas kopi (Sigarar Utang dan Lini S
merupakan tanaman menyerbuk sendiri sehingga 795).
diperbanyak dengan benih. Penggunaan benih
yang unggul seperti Sigarar Utang dan Lini S 795 Identifikasi dan Rumusan Masalah
untuk komoditas kopi masih sangat terbatas Berdasarkan latar belakang yang ada dapat di
(Supriadi et al., 2012 dalam Muliasari, 2016). rumuskan masalah sebagai berikut:
Buah muda kopi varietas Sigarar Utang berwarna 1. Apakah terjadi interaksi dosis bioaktivator
hijau sedangkan buah masak berwarna merah Gliocladium sp. dan varietas benih tanaman
cerah, bentuk buah bulat memanjang berukuran kopi pada pembenihan tanaman kopi
besar dan 100 buah masak (merah) rata-rata 196 2. Adakah dosis optimum bioaktiovator
gr. Potensi produksi berkisar antara 800–2.300 Gliocladium sp. yang menghasilkan bobot
kg biji/ha. Kopi varietas Sigarar Utang dapat kering maksimum masing-masing pada setiap
ditanam pada ketinggian kurang dari 1000 mdpl varietas kopi
(Situmorang, 2013).
Tujuan
Petani kopi di Indonesia Tujuan penelitian adalah:
sebanyak 80% menanam 1. Mempelajari penggunaan dosis bioaktivator
varietas-varietas Lini S 795. Gliocladium sp. terhadap dua varietas benih
Jumlah buah dalam setiap tanaman kopi pada pembenihan
pohonnya bervariatif antara 2. Mendapatkan dosis bioaktivator Gliocladium
7-11 dompol per cabangnya sp. optimum (paling baik) yang menghasilkan
dan setiap dompol terdapat bobot kering maksimum masing-masing pada
12-20 buah kopi. Buah muda setiap varietas kopi
kopi varietas ini berwarna
hijau kusam. Potensi Hipotesis
Produksi berkisar antara 1. Terjadi interaksi antara dosis bioaktovator
1000–1500 kg biji/ha Gliocladium sp. dan varietas benih kopi di
(Muslimin, 2018). pembenihan
Media yang biasa dipergunakan adalah tanah, 2. Terdapat dosis optimum bioaktivator
pasir, dan pupuk kandang. Berdasarkan Gliocladium sp. yang menghasilkan berat
penelitian Lana et al., (2015), komposisi media kering maksimum pada varietas benih kopi di
tanam yang terdiri dari komponen tanah + pasir + pembenihan
pupuk kandang dengan perbandingan 1:1:1
memberikan pengaruh yang baik terhadap berat Metoda
kering benih kopi Arabica L.
Metoda penelitian yang digunakan adalah metoda
Bioaktivator Gliocladium sp. yang merupakan
experimental (Experiment Design). Penelitian
jamur yang dapat mempercepat proses
dilaksanakan di Kebun PPPPTK Pertanian.
dekomposisi bahan organik di alam dan
Penelitian dilaksanakan selama 7 bulan mulai
bioaktivator Gliocladium sp. mampu mengurai
bulan Maret 2019 sampai dengan Oktober 2019.
bahan organik dalam tanah menjadi pupuk
Bahan tanam yang digunakan adalah benih kopi
organic (Melissa dan Denny, 2011). Penggunaan
Arabika varietas Sigarar Utang dan Lini S 795.
Gliocladium sp. salah satu bahan yang dapat
Bioaktivator Gliocladiun sp. yang digunakan
mempercepat proses penyuburan tanah adalah
dalam penelitian adalah F2. Kandungan spora
bioaktivator Gliocladium sp. Menurut Nurwadani
Gliocladium sp. adalah 107/gr media. Kombinasi
(1996), bioaktivator Gliocladium sp. dapat
media tanam yang digunakan sesuai dengan
mempercepat proses penguraian bahan organik,
perlakuan yang diaplikasikan yaitu tanah, pasir
(C/N rasio) akan cepat menurun. (Yuliani dan
dan pupuk kompos kotoran sapi (1:1:1).
Marlina, 2012).
34

